Database Penelitian P2L

Properti Nilai
Judul Pengembangan Demosite Ekohidrologi di Waduk Saguling
Penulis Fakhrudin, M
Jenis Terbitan JURNAL
Nama Terbitan Buku Bungai Rampai APCE
Volume/No/Halaman   0/0/0
Kota Penerbit
Abstrak Pembangunan demonstration site (demosite) ekohidrologi di Waduk Saguling tidak terlepas dari peran UNESCO dalam tataran global untuk mendorong menggunakan pendekatan ekohidrologi dalam pemecahan masalah sumber daya air. Dalam Program ekohidrologi UNESCO-IHP telah mempublikasikan beberapa demosite ekohidrologi yang memyebar di seluruh dunia, dikelompokkan dalam empat klaster, yaitu : proyek yang menjadi referensi global (Polandia dan Portugal), proyek yang beroperasi (Argentina, Tiongkok, German, Itali, Kenya dan Malaysia), proyek yang sedang tumbuh (Auastralia, Tiongkok, Costa Rica, El Salvador, Guatemala dan Honduras, Indonesia, Philipina dan Swedia) dan poyek yang baru muncul (Bahama, Crroasia, Banglades, Tiongkok, Ethiopia, Ghana, Indonesia, Philipina, dan Spanyol) (UNESCO-IHP, 2011).Pembangunan demosite ekohidrologi dimaksudkan untuk memberikan contoh-contoh penyelesaian masalah sumber daya air secara nyata dengan pendekatan ekohidrologi dan diharapkan dalam jangka panjang tekanan terhadap lingkungan akan semakin berkurang. Demosite ini juga berfungsi sebagai laboratorium alam bagi para peneliti dan akademisi, sehingga solusi-solusi yang ditawarkan juga akan selalu diupdate terus menerus. Oleh karena itu, pengembangan demosite membutuhkan multi dan interdisiplin ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial-budaya. Pengembangan demosite ekohidrologi di Waduk Saguling merupakan salah satu dari beberapa demosite yang akan dikembangkan oleh APCE. Demosite di Waduk Saguling dapat merepresentasikan wilayah ekohidrologi rural dan urban dengan katagori basah (curah hujan tinggi). Sedangkan untuk daerah kering akan dikembangkan di daerah Nusa Tenggara Timur dan untuk daerah gambut akan dikembangkan di Kalimantan atau Sumatera. Pengembangan demosite ekohidrologi di Waduk Saguling selain memberikan contoh-contoh pemecahan masalah sumber daya air, juga menyiapkan program integratif untuk menangani permasalahan lingkungan air di wilayah tangkapan Waduk Saguling dengan pendekatan ekohidrologi

 

« Kembali