Database Penelitian P2L

Properti Nilai
Judul Konsep Kuantifikasi Spasial Bahaya Banjir dalam Skenario Perubahan Iklim
Penulis Apip
Jenis Terbitan PROSIDING
Nama Terbitan Nasional dalam Seminar Nasional Limnologi
Tanggal Konferensi
Volume/No/Halaman   0/0/0
Kota Penerbit
Abstrak Salah satu hal penting dalam pengelolaan risiko banjir banjir adalah tersedianya informasi spasial risiko yang dibuat berdasarkan integrasi empat komponen: debit aliran (q), tinggi genangan air (h), luas genangan (a), durasi genangan (t), dan nilai kerugian akibat bencana banjir (?). Perubahan nilai risiko f(q, h, a, t, ?)dihipotesakan sensitif terhadap perubahan iklim dan faktor lingkungan lainnya. Oleh karena itu mitigasi risiko banjir sebagai bentuk adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan tekanan faktor antropogenikyang terus meningkat sangatlah penting. Untuk mendukung rencana aksi adaptasi dan meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana banjir maka diperlukan informasi spasial risiko banjir yang mempunyai resolusi dan presisi tinggi. Pada saat ini peta terkait banjir yang telah tersedia pada umumnya hanya berdasarkan pada skala tingkat bahaya atau kerawanan secara kualitatif dengan resolusi spasial yang masih relatif rendah dan dibuat dengan metoda konvensional. Tulisan ini ditujukan pada penyusunan konsep untuk formulasi spasial risiko banjir dengan memasukan aspek perubahan iklim dan faktor antropogenik. Untuk menghasilkan luaran informasi spasial risiko banjir yang secara saintifik mempunyai presisi tinggi dan dapat diaplikasikan dalam desain rencana tindak maka metoda utama yang dikembangkan di dalam konsep menggunakan: (1) super-high spatio-temporal resolution, menggunakan informasi spasial input data serta sistem pemodelan banjir dengan resolusi tinggi;dan (2) integrated approach, model prakiraan risiko banjir dikuanti fikasikan sebagai fungsi dari dimensi banjir (flood hazard) dan dimensi kerentanan (vulnerability) komponen biofisik serta sosial-ekonomi Daerah Aliran Sungai (DAS). Lokasi kajian difokuskan di DAS Batanghari, Provinsi Jambi-Sumatera Barat dan 13 DAS yang ada di Provinsi DKI Jakarta,sebagai representasi umum kondisi DAS di Indonesia, sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan untuk kegiatan yang sama di DAS lainnya

 

« Kembali