Database Penelitian P2L

Properti Nilai
Judul Penelusuran Ulang Potensi Suaka Perikanan di Danau Toba
Penulis Nasution, S.H., Lukman, dan I. Ridwansyah
Jenis Terbitan PROSIDING
Nama Terbitan Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI-2013
Tanggal Konferensi
Volume/No/Halaman   0/0/385-396
Kota Penerbit
Abstrak Pemanfaatan perairan yang semakin intensif memerlukan suatu penetapan wilayah wilayah yang semestinya menjadi zona lindung bagi biota penghuninya, baik untuk menjaga kelestarian keragaman hayati perairan maupun untuk mendukung keberlangsungan produksi ikan-ikan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Pentingnya wilayah suaka perikanan di Danau Toba karena terdapat beberapa jenis biota yang perlu dilindungi yaitu biota endemis seperti ikan ihan/batak N. thienemannidan L. (Tor) soro, serta remis toba (C. tobae), juga jenis ikan lokal yang keberadaannya sudah sangat menurun seperti ikan pora-pora (P. binotatus). Telah dilakukan penelusuran ulang wilayah-wilayah perairan di sekeliling Danau Toba, dievaluasi kondisi kualitas airnya dan dilakukan pengamatan terhadap kondisi lingkungan sekitarnya, sebagai dasar evaluasi melihat potensinya sebagai suaka perikanan. Pengamatan dilakukan pada bulan Agustus dan Oktober 2013 terhadap 19 perairan-perairan teluk di Danau Toba, dengan melakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air yaitu suhu, kecerahan, DO, pH, kelimpahan klorofil-a, kadar hara dan kadar bahan organik. Pengamatan juga dilakukan terhadap kondisi lingkungan sekitarnya yang meliputi keberadaan inlet (sungai) yang masuk, aktivitas masyarakat dan keberadaan tumbuhan air serta potensi perairan lainnya. Telah teridentifikasi 11 stasiun yang berpotensi sebagai suaka perikanan per kabupaten di Danau Toba. Di kabupaten Dairi (Sta. Binagara dan Paropo); di Kabupaten Samosir (Sta. Boho dan Tulas); di Kabupaten Toba Samosir (Sta. Pangaloan, Sigapiton dan Hinalang); di Kabupaten Simalungun (Sta. Halaotan, Sipolha, dan Panahatan); dan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Sta. Timpar)

 

« Kembali