Database Penelitian P2L

Properti Nilai
Judul Arahan Lokasi Pengembangan Jaring Apung di Danau Toba
Penulis Lukman, S.H. Nasution, dan I. Ridwansyah
Jenis Terbitan PROSIDING
Nama Terbitan Pemaparan Hasil Penelitian Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI-2013
Tanggal Konferensi
Volume/No/Halaman   0/0/373-384
Kota Penerbit
Abstrak Konsepsi penataan ruang perairan danau adalah upaya untuk menjamin keberlangsungan pembangunan dan kelestarian lingkungan danau dan kawasan sekitarnya, yaitu melalui peningkatan kualitas ruang meliputi kegiatan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang serta pengendalian pemanfaatannya. Kegiatan budiaya ikan pada karamba jaring apung (KJA) di perairan Danau Toba yang pertama kali dicoba pada tahun 1988, pada saat ini telah cukup meluas dan melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Tercatat 50 desa/dusun yang memiliki KJA, yaitu milik masyarakat 5.158 unit, milik Perusahaan Modal Asing (PMA) 4 lokasi dengan KJA berukuran besar dan satu lokasi dengan 72 unit berukuran kecil. Karena kecenderungan aktivitas KJA yang terus meningkat, pengendalian pemanfaatan ruang perairan untuk pengembangannya perlu dilakukan baik melalui penetapan daya dukung perairan untuk budidaya maupun penetapan ruang-ruang yang dapat dimanfaatan untuk KJA tersebut. Telah dilakukan pengamatan wilayah-wilayah perairan di sekeliling Danau Toba, untuk menetapkan alokasi ruang untuk pengembangan KJA dihubungkan dengan faktor-faktor yang menjadi kriteria pembatasnya. Penetapan daya dukung untuk setiap wilayah dan kriteria pembatas pengembangan KJA mengacu pada dokumen-dokumen terdahulu. Pengamatan dilakukan pada bulan Agustus dan Oktober 2013 terhadap 19 perairan teluk di Danau Toba, dengan melakukan pengukuran beberapa parameter kualitas air yaitu suhu, kecerahan, DO, pH, kelimpahan klorofil a, kadar hara dan kadar bahan organik

 

« Kembali