Teknologi Instalasi Pengolah Air Gambut

 

Akses terhadap air bersih belum mencakup semua masyarakat di Indonesia. Hanya 25 % penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan air bersih. Itu pun sebagian besar di daerah perkotaan. Di daerah marginal seperti daerah gambut, kondisi tersebut semakin parah. Hal ini lah yang melatarbelakangi penelitian mengenai pengembangan teknologi pengolahan air bersih dari air gambut. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan air bersih di daerah marginal, baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya. Sifat  air gambut yang asam berdampak buruk bagi kesehatan dapat mengakibatkan gigi keropos dan sakit perut, kandungan besi dan mangan yang tinggi dapat menyebabkan kematian jika dikonsumsi terus-menerus, kandungan material organic yang tinggi dapat berisiko menghasilkan Tri Halo Methan yang bersifat karsioganik

 

    Pada teknologi IPAG/IPAB bahan-bahan yang digunakan  bersifat murah dan mudah diperoleh, serta hemat energi agar dapat digunakan masyarakat di daerah wilayah marginal (gambut) yang  berada di luar Jawa, dimana pasokan energi listrik sangat terbatas.  Jika memungkinkan, menggunakan sumber daya alam yang terdapat di daerah tersebut. Hemat energi sangat penting karena sebagian besar wilayah maginal (gambut misalnya) berada di luar Jawa, dimana pasokan energi listrik sangat terbatas.

 

Kapasitas Instalasi Pengolah Air Gambut mempunyai kapasitas produksi 30 dan 60 Liter permenit (1,8 dan 3,6m 3 per jam). Teknologi ini telah diuji coba di lapangan dengan bahan baku air tawar dari Situ Cibuntu, Cibinong, dan air gambut dari Sungai Sala, Kasoangan Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah. Air Produksi teknologi ini telah memenuhi standar baku mutu air minum berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia (PERMENKES no 492 tahun 2010).

 

 

Pemakaian IPAG dapat menjadi acuan untuk pengadaan air bersih di daerah lainnya terutama dengan air permukaan gambut. Teknologi IPAG sudah siap untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Akan tetapi, proses pengembangan penelitian masih terus dilakukan agar menghasilkan paket teknologi yang lebih baik dan lebih mudah diaplikasikan. (YLI)