Pemanfaatan Hasil Riset LIPI dalam Pengelolaan Technopark Samosir untuk Meningkatkan Daya Saing Daerah

 
Cibinong, Humas LIPI. Technopark Samosir merupakan implementasi dari tugas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)  sebagai lembaga pelaksana program nasional Science Technopark/Technopark. Technopark Samosir merupakan kerja sama LIPI khususnya Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir. Diresmikan oleh Kepala LIPI dan Bupati Kabupaten Samosir pada tanggal 30 Juni 2015 yang terfokus pada pengembangan bidang perikanan dan pengelolaan sumber daya perairan.

Dr. Ir. Fauzan Ali, M.Sc. Kepala Puslit Limnologi LIPI dalam acara Webinar “Strategi Pengelolaan Technopark Samosir untuk Peningkatan Ekonomi Lokal di Masa Pandemi” (27/7), menyampaikan pengalaman transfer teknologi yang telah dilakukan oleh Puslit Limnologi, dalam berbagai kegiatan di daerah, dimana salah satunya adalah penerapan teknologi Samosir. “Keberterimaan teknologi oleh masyarakat harus pasti, pemilihan mitra bisnis yang tepat sasaran, teknologi harus sudah proven bukan skala lab atau prototype, harus ada komitmen dalam sharring pendanaan untuk keberlanjutan program, teknologi harus sesuai kebutuhan mitra, kelembagaan belum ada rujukan, model bisnis belum berkembang, bekerja belum melibatkan lintas satker, ”kata Fauzan.


Acara webinar ini diselenggarakan oleh Puslit Limnologi LIPI bekerja sama dengan Biro Kerja Sama, Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH) LIPI dan Pemkab Samosir. Acara dibuka oleh Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc., bertindak sebagai narasumber Kepala Puslit Limnologi LIPI Dr. Ir. Fauzan Ali, M.Sc., Bupati Kabupaten Samosir Drs. Rapidin Simbolon, M.M. dan Asisten Perekonomian, Pembangunan Direktur Technopark Samosir Saul Situmorang, S.E., M.Si. dan bertindak sebagai pembahas Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan  Nasional/Bappenas Dr. Hadiat, M.A.

Mengacu pada kebijakan program peningkatan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan  dan Teknologi (Iptek) nasional dalam sistem perencanaan nasional, dalam sambutan pembukaannya Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc. mengatakan bahwa LIPI telah memiliki program dan jejaring untuk mendorong kontribusi Iptek terhadap daya saing daerah. Tugas LIPI dan pemerintah daerah adalah memikirkan bagaimana menciptakan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada data dan science, sehingga bisa dijamin keberlanjutan dan penerimaan oleh masyarakat. “LIPI memotivasi perkembangan ekonomi kreatif yang berbasis pada ide-ide baru, menimbulkan dampak ekonomi, memunculkan bisnis baru, menciptakan produk baru, serta menghasilkan peluang baru, “ jelas Handoko.


LIPI mendukung pengembangan berbagai Technopark dan Science Technopark di seluruh Indonesia, antara lain di  Cibinong, Tasikmalaya, Banyumulek dan Samosir. “Ini menjadi harapan LIPI untuk didukung pemerintah daerah yang diawali LIPI dan nantinya akan diambil alih daerah untuk dikembangkan lebih lanjut, dan selanjutnya LIPI akan mendukung dari sisi kontennya, “tambahnya.

Terkait pemanfaatan hasil riset dalam peningkatan daya saing daerah, Fauzan menjelaskan tentang KOIN LAB LIPI yaitu metode transfer teknologi yang menggabungkan unsur-unsur kolaborasi stakeholder, inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kearifan lokal dan dilakukan berkelanjutan bersama LIPI. “Metode KOIN LAB LIPI merupakan formulasi best practices pengalaman transfer teknologi oleh LIPI yang diujicobakan di Kabupaten Samosir melalui Technopark Samosir, “jelas Fauzan

 “Lima kunci transfer teknologi KOIN LAB LIPI yaitu proses pemilihan teknologi, membangun komitmen dengan stakeholder, proses diseminasi teknologi, membangun kelembagaan dan mengembangkan model bisnis. Proses pemilihan teknologi antara lain memastikan teknologi sudah proven, memilih teknologi sesuai kebutuhan, menyiapkan teknologi multi kompetensi dan menjamin teknologi mampu membuat bisnis lebih efisien dan untung. Membangun komitmen dengan stakeholder dengan Pemda, UMKM dan institusi pendukung,” rincinya.

Sementara itu Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, M.M. dalam paparannya menjelaskan visi dan misi Pemkab Samosir yang mengacu pada visi dan misi pembangunan nasional. Rapidin mengatakan, ”Kerja sama Pemkab Samosir dengan LIPI telah dilakukan sejak tahun 2010 penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama  (PKS) tentang pengembangan kebun raya Samosir. Kerja sama dengan Puslit Limnologi sendiri dilakukan mulai tahun 2014 untuk mengevaluasi Balai Benih Ikan (BBI) Samosir, dan 2015 implementasi pengembangan Technopark Kab. Samosir, mulai 2015 hingga saat ini kerja sama masih intens dengan LIPI”.

Rapidin menjelaskan keberadaan Technopark dan implementasi hasil penelitian LIPI di Kabupaten Samosir yang meliputi: rekayasa kolam (DOM)-BBI, pangan olahan dan packaging BLK, konservasi kebun raya arboretum dan konservasi ikan batak. “Peningkatan produksi benih ikan di BBI setelah bekerja sama dengan LIPI meningkat dengan signifikan. Tahun 2010–2015 benih ikan sekitar 10.000-38.000 ekor, setelah bekerja sama dengan LIPI tahun 2016 meningkat hingga 2 juta ekor bibit ikan yang dapat didistribusikan ke masyarakat dan petani ikan di Samosir, bahkan tahun 2019 mencapai 2,2 juta bibit ikan,” jelas Rapidin.

Setelah BBI berhasil LIPI kerja sama dengan Pemkab Samosir dalam pemberdayaan UKM dalam menstimulasi perekonomian daerah. Kerja sama ini berhasil dengan adanya komunitas kopi di Kabupaten Samosir bersamaan dengan program pariwisata nasional Samosir yang digagas oleh Presiden. Dimana pengusaha kecil menengah bisa bekerja sama dengan Pemkab Samosir untuk mengembangkan usaha-usaha mikro. “Kerja sama Pemkab Samosir dengan LIPI yaitu pengembangan kopi sinergy yang salah satunya sudah mendapat hak paten dari Menkumham. Bahwa kopi Samosir menjadi salah satu kopi indikasi geografis dan pada tahun 2019 kopi Samosir sudah menembus pasar internasional saat pameran di Swiss. “ imbuhnya.



Rapidin mengharapkan kerja sama dengan LIPI selanjutnya adalah pengembangan kebun raya di Aek Natonang.  Rapidin mengapresiasi hasil yang telah didapat dari kerja sama dengan LIPI dan berharap kerja sama dapat terus berlangsung.

Sesi paparan dilanjutkan oleh  Saul Situmorang, S.E., M.Si. sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Direktur Technopark Samosir yang menjelaskan tentang gambaran umum Technopark Samosir, potensi ekonomi lokal Kab. Samosir, Strategi pengelolaan Technopark Samosir untuk peningkatan ekonomi lokal dan peran Pemkab Samosir dalam penguatan UMKM di masa kenormalan baru.

Dr. Hadiat, M.A. Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek dan Kebudayaan Kementerian Perencanaan Pembangunan  Nasional/Bappenas menutup sesi paparan dengan pembahasan yang mengaitkan topik pembahasan dengan arah kebijakan dan strategi peningkatan kapabilitas Iptek dan penciptaan inovasi, sasaran target dan indikator pembangunan manusia bidang pendidikan tinggi dan Iptek, kerangka strategi bangkit di masa pandemik, strategi pembangunan science technopark (STP), prasyarat dan resikonya. (IkS)