Ikan Endemik, Spesies Perairan Darat Yang Terancam Punah

 
Cibinong, Humas LIPI. Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman hayati, termasuk spesies ikan endemik yang hidup di perairan darat. Ikan endemik tidak terdapat di daerah lain selain di danau tempat hidup ikan tersebut. Saat ini terdapat 275 spesies ikan endemik yang keberadaannya sedang terancam karena kerusakan lingkungan dan erosi lahan serta kerusakan habitat.

“Kerusakan perairan darat menyebabkan terjadinya penurunan keanekaragaman hayati, sehingga perlu dilakukan upaya konservasi ikan di perairan darat dengan kearifan ekologis lokal yang bertujuan untuk pemanfaatan berkelanjutan,” ujar Dr. Ir. Syahroma Husni Nasution M.Si, Peneliti Puslit Limnologi LIPI pada acara webinar bertema Diversitas, Endemisitas, dan Kesehatan Ekosistem Dalam Pembangunan Berkelanjutan yang diadakan oleh Universitas Tadulako (16/6).

Syahroma menjelaskan, upaya yang dilakukan untuk menjaga keberadaan ikan endemik adalah dengan konservasi in-situ.  “Seperti sistem lubuk larangan merupakan kearifan lokal di beberapa daerah di Sumatera,” terangnya. “Ikan dewa yang dikeramatkan  merupakan bentuk konservasi ikan Kancra (Tor sp) sebagai bentuk kearifan lokal di Kuningan Jawa Barat. Selanjutnya dilakukan  konservasi ex-situ dan semi-ex-situ melalui pembuatan habitat buatan untuk menjaga keberadaan species tersebut, ” imbuhnya.

Dirinya mengungkapkan, di zona litoral Danau Matano, kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, berdasarkan identifikasi dari citra spot dan landsat 8 sekitar 98 Ha serta berdasarkan pengamatan lapangan diketahui 90 % merupakan habitat biota Telmatherina sp. “Wilayah ini akan mendapatkan dampak langsung alih fungsi lahan hutan, pola intensitas hujan dan hujan ekstrim yang mengakibatkan erosi pada lahan yang beralih fungsi, ” rinci Syahroma.


Di akhir paparan, Syahroma menyimpulkan perlunya mengembangkan kelembagaan para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi aktif dalam peningkatan perlindungan biota endemik beserta ekosistem perairan darat. “Danau Towuti dan Danau Matano dihuni oleh biota endemi yang tinggi sehingga tidak disarankan untuk budidaya Karamba Jaring Apung (KJA) dikhawatirkan populasi akan menurun atau punah,” pungkas Syahroma. (yo ed sl)