Ungkap Keanekaragaman Hayati Danau Sentarum, LIPI Jalin Kerjasama Riset

 


Cibinong, Humas LIPI. Sejak ditetapkan menjadi Taman Nasional pada tahun 1999, keberadaan  Taman Nasional Danau Sentarum yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi semakin vital dalam melindungi keanekaragaman hayati di dalamnya. Taman Nasional yang setengah wilayahnya merupakan danau ini, dibahas secara mendalam pada acara webinar Limnology dan Conservation Talk Tana Bentarum (9/6) yang diadakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi LIPI tentang Menguak Peran Limnologi di Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu.

Deputi Ilmu Kebumian LIPI (IPK-LIPI), Dr. Agus Haryono, M.Sc mengharapkan riset-riset dan kerja sama penelitian yang dilaksanakan oleh Puslit Limnologi LIPI dapat ditingkatkan dan berkelanjutan ke depannya supaya hasil-hasil yang dihasilkan LIPI bermanfaat bagi masyarakat. “Taman Nasional Danau Sentarum mempunyai banyak aspek keanekaragaman hayati sehingga dapat kita kaji lebih lanjut. Selain itu terdapat habitat flora dan fauna yang mungkin tidak ada di tempat lain, hanya ada di TNBKDS sehingga perlu kita ungkapkan kepada masyarakat melalui pendekatan ilmiah,” tutur Agus dalam sambutannya.

Bersamaan dengan acara webinar, dilaksanakan pula penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Puslit Limnologi LIPI dengan Balai Besar TNBKDS Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan kedua belah pihak dalam mengusahakan terwujudnya kelestarian lingkungan hidup serta sumberdaya hayati dan ekosistem di Taman Nasional Danau Sentarum. Dokumen Perjanjian Kerjasama ditandatangani oleh kedua belah pihak yakni, Kepala Puslit Limnologi LIPI, Dr. Fauzan Ali, M.Sc dan Kepala Balai TNBKDS, Ir. Arif Mahmud, M.Si.

Fauzan mengatakan, ke depan akan dapat berbuat lebih banyak lagi dari kerjasama  yang sudah ditandatangani. “Kami mempunyai keilmuan bidang limnologi, peralatan, dan sumber daya manusia, tapi dalam jumlah yang terbatas sedangkan permasalahan danau adalah prioritas nasional yang sangat luas dan besar, sehingga kita mencoba bersama-sama mengungkap apa yang dapat kita ungkap dari Danau Sentarum ini,” jelasnya.

Sementara peneliti Puslit Limnologi LIPI, Dr. Hidayat, M.Sc. menyampaikan paparannya tentang Dinamika Perairan Hulu dan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas. Hidayat menjelaskan pola curah hujan DAS Kapuas memiliki pola khas daerah ekuatorial yang bersifat bimodal. “Tinggi muka air danau paparan banjir kapuas ditentukan oleh interaksi dengan tinggi muka air Sungai Kapuas akibat fluktuasi curah hujan dan tinggi muka air ini mempengaruhi dinamika tutupan vegetasi, kualitas air, kesediaan nutien dan diversitas ikan yang ditemukan di komplek Danau Sentarum. Sedangkan kebakaran hutan berkaitan erat dengan kekeringan hidrologi dan dipengaruhi aktivitas antropogenik,” ungkapnya.

Sedangkan peneliti Puslit Limnologi LIPI lainnya, Dr. Yustiawati, M.Sc memaparkan tentang Danau Danau Oxbow di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. “Danau Oxbow berbentuk tapak kuda, yang terbentuk ketika sungai yang berkelok-kelok terputus dari sungai utamanya dan membentuk badan air baru, biasanya ini terjadi pada sunga-sungai paparan banjir,” rinci Yusti. 

“Meskipun luas masing-masing danau oxbow relative kecil namun jumlah danau oxbow yang banyak dan menyebar dapat berkontribusi pada produktivitas perikanan sebagai tempat memijah, mencari makan, dan berlindung bagi ikan-ikan. Salah satu danau oxbow di Kalimantan Tengah adalah Danau Hanjalutung,” ujar Yusti. 

Dirinya menyatakan, Puslit Limnologi LIPI bersama Pemerintah Kota dan Universitas Palangka Raya mencoba mengembangkan ekoeduwisata dan laboratorium alam. “Tujuannya adalah memperkenalkan biota-biota endemik yang terdapat di danau oxbow dan perairan gambut kepada siswa atau mahasiswa,” pungkas Yustiawati.  (yo ed sl)