Awalina: “Prospek Aplikasi Teknologi Biosorpsi Untuk Dekontaminasi Air Limbah di Masa Mendatang”

 


Cibinong, Humas LIPI. Unsur-unsur logam dan semi logam  berperan penting dalam keberlangsungan proses kehidupan mahluk hidup. Berbagai proses biokimia dalam sel mahluk hidup membutuhkan unsur-unsur logam esensial tersebut agar dapat berlangsung dengan semestinya. Akan tetapi keberadaan unsur-unsur logam esensial dalam jumlah yang berlebihan dalam sel justru akan berubah menjadi bersifat toksik bagi mahluk hidup. Sebagai contoh, air limbah dari berbagai jenis industri (yang berkaitan dengan logam) bila tidak terolah dengan baik akan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia maupun mahluk hidup lainnya jika langsung dibuang ke perairan umum. Risiko gangguan kesehatan manusia akan meningkat  jika perairan umum tersebut merupakan sumber bahan baku air minum, atau budidaya perikanan

Dr. Awalina, M.Si, Peneliti Utama Puslit Limnologi-LIPI sedang mengembangkan penelitian  tentang teknologi biosorpsi menggunakan biomassa mikroalga untuk menyisihkan logam yang berasal dari perairan darat Indonesia. Awalina mengatakan air limbah industri kemungkinan besar mengandung berbagai jenis logam,  terjadi pula saling interaksi dan kompetisi antar logam berikatan dengan sisi-sisi aktif pengikat logam pada permukaan biosorben berbasis biomassa mikroalga ini. “Penelitian biosorpsi terkait dengan sistem multi logam masih sangat jarang, apalagi yang terkait dengan air limbah, “ jelasnya. “Hal ini tentu membuka peluang para peneliti untuk melaksanakannya agar diperoleh solusi inovatif dalam permasalahan kendala penyisihan logam dalam air limbah tersebut, terutama di Indonesia, “imbuhnya

Perempuan kelahiran Semarang, tanggal 13 Mei 1968 menjelaskan tahap terpenting proses menggunakan sistem biosorpsi adalah memilih jenis biosorben yang cocok dan relatif ekonomis dalam implementasinya dalam skala industri. Beberapa jenis mikroalga, bakteri, fungus, dan ragi secara alami memiliki kemampuan biosorpsi logam yang tinggi. Penggunaan mikroalga dalam hal ini menjadi fokus penelitian oleh Awalina karena dapat diintegrasikan dengan proses biosequestration gas karbondioksida CO2 yang terkandung dalam flue gas . Hal ini menjadi penting untuk dipertimbangkan terkait dengan Carbon budget dalam rangka menekan efek Green house di dunia industri.“Masalah utama dalam hal implementasi biosorpsi di industri adalah tingginya belanja modal awal untuk pengembangan dan setting up process. Oleh sebab itu agar biaya tersebut bersifat cost effective , maka harus dilakukan integrasi dengan sistem yang telah ada dengan menggunakan  peralatan dan fasilitas yang sudah ada di industri,” ungkap Awalina.

Awalina menuturkan bahwa sistem biosorpsi dapat berpotensi untuk menyaingi metoda pengolahan air limbah mengandung logam berat yang konvensional terbaik sekelas ion-exchange. Biosorben dapat dibuat dari berbagai bahan mentah berharga murah, sehingga mengurangi biaya produksi dan bersifat eco-friendly. “Sayangnya, masih sangat sedikit penelitian biosorpsi yang diterapkan pada real waste waters, sehingga hal ini menjadi tantangan bagi para peneliti untuk kajian lebih lanjut terkait parameter kunci yang berpengaruh terhadap proses biosorpsi sistem multi metallic. Cakrawala masih sangat luas terbentang untuk kajian sekaligus implementasi biosorpsi sistem multi metallic ini pada real waste waters, “ paparnya.

Dalam menekuni karir, Awalina telah mempublikasikan  hasil riset 93 publikasi berupa 66 karya tulis ilmiah (KTI), 36 diantaranya ditulis dalam Bahasa Inggris, baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain, dalam bentuk bagian dari buku nasional, jurnal baik internasional maupun nasional, prosiding internasional dan nasional.

Perempuan  yang telah dikaruniai tiga orang anak ini juga menceritakan kegiatan-kegiatannya di luar tugas penelitian yang dilakukannya. “Saya aktif sebagai pembimbing skripsi (S1) pada Universitas Pakuan dan Universitas Padjajaran. Selain itu juga membimbing penelitian dan penyusunan tesis (S2) di Institut Pertanian Bogor dan membimbing penelitian dan penyusunan disertasi S3 di Universitas Padjajaran. Pengajar tamu pada mata kuliah S1-Industrial Biotechnology: Microalgae for bio-refinery di Institut Teknologi Bandung. Pembimbing mahasiswa praktek kerja lapangan PKL dari Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung, “ungkapnya.

Awalina aktif ikut serta pada International Conference sejak tahun 2005-2017 seperti International Symposium on Southeast Asian Water Environment (SEAWE)-The University of Tokyo (2005-2016), , International Conference on Ecohydrology (ICE) 2014, International Seminar on New Paradigm and Innovation on Natural Sciences and Its application (ISNPINSA-2), International Seminar on Chemical Engineering in Conjunction with Seminar Teknik Kimia Soehadi Reksowardojo (STKSR) 2014, International Postgraduate Conference on Biotechnology (IPCB2016), The 8th Regional Conference on Chemical Engineering (RCChE-2015), The 22nd Regional Symposium on Chemical Engineering: RSCE 2015 dan the International Conference on Quality in Research 2017.

Berlatar belakang pendidikan S1 Bidang Kimia dari Universitas Hasanuddin, S2 Bidang Kimia dari Universitas Indonesia dan  S3 Bidang Teknik Kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB),  dia juga bergabung pada beberapa pelatihan sesuai kompetensinya.” Saya bergabung pada beberapa pelatihan  Fundamental Matlab for Scientist and Engineer Certified-Information Technology Service in ITB (ComLabs USDI-ITB) pada tahun 2013, Kursus Pengelolaan Air Limbah-Pusat Studi Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung (PSL-ITB) pada tahun 2013, Pendidikan dan Latihan Metoda Penelitian dan Pengolahan Data tahun 2002; dan The Group Training on Lake Water Management di Osaka International Center-the Japan International Cooperation Agency, Jepang (1997), “pungkasnya. (Yo ed SL)